google.com

Sabtu, 19 Mei 2012

persamaan dan perbedaan antara tumbuhan dan hewan






SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIDKAN
( STKIP ) SUBANG
JL.Marsinus No.5 Tegalkelapa Subang, Tlp: ( 0260 ) 417853
Fax. ( 0260 ) 417853. Website http://www.yudistira.ac.id
TERAKREDITASI SK MENDIKNAS No. 114/D/TQ/1999
IZIN DIKTI No. 1700/D/T/2009


*) Tabel persamaan dan perbedaan antara tumbuhan dan hewan.

No
Persamaan
Perbedaan
Tumbuhan
Hewan
1.
Bernafas
a).System bernafas dengan aerob
a).System bernafas dengan difusi
b).System bernafas dengan anaerob
b).System bernafas dengan trakea

c).System bernafas dengan insang
2.
Berkembang biak
a). Berkembang secara generative (penyerbukan)
a).Berkembang secara generative (eksternal,internal),(ovipar,vivipar,ovovivipar)
b).Berkembang secara vegetative (alami,buatan)
b).Berkembang secara vegetatif (fragmentasi,tunas)
3.
Tanggap terhadap rangsangan (Iribalitas)
a). Gerak autonom
a)Gerak melompat
b). Gerak esionom
b)Gerak merayap
c). Gerak higroskofis
c)Gerak terbang
4.
Tumbuh dan berkembang
a).Pengaruh cahaya matahari
a).Tumbuh besar
b).Pengaruh Suhu dan kelembaban
b).Tumbuh dewasa
c).Pengaruh Air dan unsur tanah

5.
Memerlukan makan dan air
a).Pupuk
a).Makanan atau nutrisi
b).Air dan udara
b).Air dan udara
c).Nutrisi unsur hara tanah




*) Pengertian.

1.      Bernafas

^ System pernafasan pada tumbuhan 

System pernafasan pada tumbuhan dibagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut :
1.      System pernafasan pada tumbuhan tingkat tinggi
System pernafasan pada tumbuhan tingkat tinggi ini bekerja secara aerob, dimana terjadi proses pelepasan energy yang berasal dari sari-sari makanan yang ada dalam sel tubuh lewat oksidasi biologis.

2.      System pernafasan pada tumbuhan tingkat rendah
Pada tumbuhan tingkat renda, system pernafasan yang digunakannya adalah system pernafasan secara anaerob. Yaitu system pernafasan yang terjadi dengan proses pengubahan satu senyawa menjadi bentuk senyawa lain atau senyawa utama yang diubah menjadi senyawa lain yang dibutuhkan dalam proses pernafsan mereka. System pernafasan ini disebut juga dengan proses pernafasan fermentasi. Contoh pada proses terjadinya tempe yang menggunakan jamur ragi.



^ System pernafasan pada hewan

 Jenis hewan yang berbeda akan memiliki system pernafasan hewan yang berbeda.  Misalnya saja hewan yang bersel satu yang ukurannya sangat kecil ini memiliki system Pernafasan dengan seluruh permukaan tubuhnya. System pernafasan pada hewan bersel satu ini disebut dengan difusi. Dimana oksigen masuk melalui seluruh permukaan tubuhnya dengan menebus dinding sel yang tipis yang sekaligus membuang karbondioksida dengan cara yang sama.

 Hewan sejenis serangga menggunakan system trakea, merupakan system pernafasan yang dimiliki oleh serangga  yang terdiri dari banyak pembuluh yang bercabang-cabang hamper ke seluruh tubuh dan bermuara di stigma yang merupakan keluar masuknya udara.

Ikan memiliki system pernafasan yang juga berbeda jika dibandingkan dengan system pernafasan hewan yang lainnya. Alat pernafsan pada ikan menggunakan system pernafasan insang, system ini terbagi menjadi dua tahap yaitu tahap pemasukan dan tahap pengeluaran.

2. Berkembang biak
^ Berkembang biak  pada tumbuhan
Selain manusia dan hewan, tumbuhan pun dapat berkembang biak. Tahukah kamu, bagaimana cara perkembangbiakan pada tumbuhan? Tumbuhan berkembang biak dengan dua cara, yaitu secara kawin (generatif) dan tidak kawin (vegetatif).
C Perkembangbiakan pada Tumbuhan'1. Perkembangbiakan secara Kawin (Generatif)
Alat perkembangbiakan secara kawin (generatif) pada tumbuhan adalah bunga. Bagian-bagian bunga terdiri atas tangkai bunga, dasar bunga, kelopak bunga, mahkota bunga, benang sari, dan putik seperti Gambar 2.12. Ada pula bunga tumbuhan yang tidak memiliki semua bagian-bagian tersebut.
 Benang sari merupakan alat kelamin jantan. Adapun alat kelamin betina adalah putik. Di dalam benang sari terdapat serbuk sari. Serbuk sari merupakan sel kelamin jantan. Tidak semua tumbuhan memiliki benang sari dan putik dalam satu bunga. Tumbuhan yang memiliki benang sari dan putik dalam satu bunga disebut bunga sempurna. Perkembangbiakan secara kawin pada tumbuhan dimulai dengan penyerbukan. Penyerbukan adalah bertemunya serbuk sari dan kepala putik. Serbuk sari tadi masuk melalui tangkai putik menuju bakal buah.
Di dalam bakal buah ada bakal biji. Bakal biji berisi sel kelamin betina (sel telur). Setelah sel kelamin jantan dan betina bertemu maka terjadilah pembuahan. Setelah terjadi pembuahan, akan tumbuh buah dan biji. Biji yang dihasilkan nanti merupakan cikal bakal dari tumbuhan baru. Perhatikanlah Gambar 2.13.
'Proses bertemunya serbuk sari dan kepala putik dapat terjadi oleh tumbuhan itu sendiri. Selain itu,
penyerbukan dapat terjadi karena bantuan dari luar.Penyerbukan dapat'terjadi melalui bantuan angin, hewan, air, dan manusia.
Penyerbukan yang dibantu angin umumnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
a. Serbuk sarinya banyak dan ringan.
b. Bunga dengan kepala sarinya mudah digoyang.
c. Kepala putik berbulu dan terentang keluar dari
    bunga. Contoh bunga yang penyerbukannya dibantu angin adalah jagung dan rumput-rumputan.
Penyerbukan yang dibantu hewan umumnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
a. Mahkota berwarna mencolok dan besar.
b. Bunga mengeluarkan bau yang khas.
c. Bunga menghasilkan nektar.
Contoh bunga yang penyerbukannya dibantu hewan adalah bunga aster. Umumnyahewan yang membantupenyerbukan adalah golongan serangga dan buru ng. Gambar 2.15 memperlihatkan penyerbukan oleh lebah.  Air juga dapat membantu penyerbukan. Air hujan dan aliran sungai dapat membantu pertemuan antara serbuk sari dan kepala putik. Selain angin, hewan, danair, manusia dapat membantu terjadinya penyerbukan. Penyerbukan dilakukan manusia karena serbuk sari sulit untuk mencapai kepala putik. Contoh, penyerbukan, yang dilakukan petani, pada tumbuhan vanili.
Berdasarkan asal serbuk sarinya, penyerbukan dibedakan menjadi empat macam.
a. Penyerbukan sendiri
    Serbuk sari jatuh ke kepala putik bunga itu sendiri.
b. Penyerbukan tetangga
    Serbuk sari jatuh ke kepala putik bunga lain.
    Bunga tersebut masih dalam satu tumbuhan.
c. Penyerbukan silang
    Serbuk sari jatuh ke kepala putik bunga lain yang berbeda tumbuhan. Tumbuhan tersebut     masih satu jenis.
d. Penyerbukan bastar
    Serbuk sari jatuh ke kepala putik lain yang masih satu jenis. Namun, bunga tersebut berbeda varietasnya.
2. Perkembangbiakan secara Tidak Kawin (Vegetatif)
Sebelumnya, telah dijelaskan perkembangbiakan secara kawin. Adakah tumbuhan yang dihasilkan tanpa melalui perkawinan? Ternyata, banyak tumbuhan yang dapat berkembang
biak tanpa melalui perkawinan. Contohnya, bawang merah, kentang, dan singkong (Gambar 2.16).
 
Tumbuhan tersebut dapat dihasilkan tanpa melalui proses perkawinan. Perkembangbiakan yang terjadi tanpa proses perkawinan disebut perkembangbiakan secara vegetatif. Perkembangbiakan secara vegetatif dapat terjadi melalui dua cara. Jika perkembangbiakan vegetatifnya terjadi tanpa campur tangan manusia, disebut vegetatif alami. Adapun perkembangbiakan vegetative yang terjadi dengan campur tangan manusia, disebut vegetatif buatan.
a. Perkembangbiakan Vegetatif Alami
Pernahkah kamu melihat ibumu mengupas bawang merah? Bawang merah yang sering digunakan ibumu
Sebagai bumbu masakan adalah bagian umbinya. Bagaimanakah bentuk bawang merah? Bawang merah memiliki bentuk berlapis-lapis (Gambar 2.17). Umbi yang berlapis-lapis itu di bagian bawahnya tumbuh akar. Jika umbi ini ditanam, akan tumbuh tunas dan kemudian  tumbuh menjadi tumbuhan baru. Umbi yang demikian dinamakan umbi lapis. Selain dengan umbi lapis, perkembangbiakan vegetatif alami dapat terjadi melalui umbi batang, tunas,  izoma, geragih, dan spora.
1) Umbi Lapis
Perkembangbiakan melalui umbi lapis telah dibahas sebelumnya. Selain bawang merah, adakah tumbuhan lain yang berkembang biak melalui umbi lapis? Apakah kamu pernah melihat bawang bombai atau bawang putih? Apakah bentuknya sama dengan bawang merah? Perhatikanlah Gambar 2.18.  
 
 Bentuk bawang bombay dan bawang putih sama dengan bawang merah. Tumbuhan tersebut merupakan umbi yang berlapis-lapis. Di tengah umbi yang berlapis-lapis tumbuh tunas.  bagian yang berlapislapis adalah daun dengan satu atau dua kuncup ketiak. Pada bagian bawah batang, tumbuh akar serabut. Jika umbi tersebut ditanam, akan tumbuh tumbuhan baru.
2) Umbi Batang
Pernahkah kamu memakan kentang? Bagian yang kamu makan merupakan bagian batang dari tumbuhan kentang. Bagian batang tersebut berisi cadangan makanan. Batang tersebut menjadi besar dan berisi.Oleh karena itu, bagian batang tersebut disebut umbi batang. Perhatikanlah umbi kentang dengan saksama. Pada permukaan umbi, terdapat mata tunas (Gambar 2.19). Mata tunas akan jelas terlihat jika kentang tua yang disimpan beberapa hari di tempat lembap. Tumbuhan kentang baru akan tumbuh jika kita menanam umbi kentang tersebut. Tumbuhan tersebut tumbuh dari mata tunas yang terdapat pada umbi. Carilah tumbuhan lain yang berkembang biak dengan umbi batang.
3) Tunas
Tumbuhan yang berkembang biak dengan tunas contohnya adalah pisang dan bambu. Tunas ini tumbuh dari bagian bawah tanah dan muncul di samping tumbuhan induk (Gambar 2.20a). Akan tetapi, ada pulatunas yang muncul di bagian tumbuhan, seperti tunas yang muncul dan tumbuh di daun. Tunas itu disebut tunas adventif. Contoh tumbuhan yang memiliki tunas adventif adalah cocor bebek (Gambar 2.20b). Dapatkah kamu memberikan contoh yang lainnya? 
4) Rizoma
Adakah yang tahu, apakah rizoma itu? Jika belum tahu, perhatikan tumbuhan jahe (Gambar 2.21) atau rumput
di sekitarmu. Jahe dan rumput akan tumbuh bersatu dengan tumbuhan induknya. Cabutlah tumbuhan tersebut dari dalam tanah. Bagian yang menghubungkan tumbuhan satu dengan lainnya disebut rizoma. Rizoma yang menghubungkan tumbuhan tersebut bukanlah akar sebenarnya. Rizoma merupakan batang yang tumbuh mendatar di dalam tanah. Contoh  tumbuhan lain yang berkembang biak dengan rizoma adalah lengkuas, kunyit, dan kencur. Mengapa berbagai jenis rumput dapat berkembang cepat ditanah?
6) Geragih (Stolon)
Geragih adalah batang yang merambat di atas tanah. Geragih disebut juga dengan stolon. Geragih tersusun atas ruas-ruas. Setiap ruas yang menempel pada tanah akan membentuk akar dan tumbuh tunas baru. Contoh tumbuhan yang memiliki geragih adalah stroberi,
seperti terlihat pada Gambar 2.22.
  7) Spora

Coba perhatikanlah olehmu daun tumbuhan pakupakuan, misalnya suplir yang ada di sekitarmu. Balikkan daun tersebut. Di bagian belakang daun terdapat bagain yang bulat (Gambar 2.23). Bagian tersebut disebut kotak spora. Di dalam kotak spora terdapat spora.
Spora tidak dapat dilihat secara langsung. Untuk dapat melihat spora kamu harus menggunakan mikroskop.
Adakah makhluk hidup lain yang berkembang biak dengan spora?
b. Perkembangbiakan Vegetatif Buatan
Manusia dapat melakukan perkembangbiakan pada tumbuhan. Tujuannya adalah untuk memperoleh tumbuhan baru dengan cepat dan tidak bergantung pada musim. Selain itu, dapat diperoleh tumbuhan baru yang sifatnya sama dengan induknya. Perkembangbiakan secara vegetatif buatan, antara lain dapat dilakukan melalui setek, cangkok, sambung (enten), tempel (okulasi), runduk, dan kultur jaringan.
1)      Setek
Setek adalah perkembangbiakan dengan cara menanam potongan/bagian dari tumbuhan. Bagian tumbuhan yang dapat ditanam dapat berupa batang, tangkai, atau daun. Tidak semua tumbuhan dapat disetek. Beberapa contoh tumbuhan yang dapat disetek adalah singkong,
mawar, dan tumbuhan lidah mertua. Singkong dapat disetek bagian batangnya. Mawar dapat disetek bagian tangkainya. Adapun tumbuhan lidah mertua dapat disetek daunnya (Gambar 2.24).
2) Cangkok
Tujuan mencangkok adalah mendapatkan individu baru yang memiliki sifat sama persis dengan induknya. Selain itu, mencangkok dilakukan agar tumbuhan cepat berbuah.Mencangkok harus dilakukan secara teliti. Jenis tumbuhan yang dapat dicangkok adalah tumbuhan berkayu. Contohnya adalah mangga, jambu, dan jeruk. Adakah yang pernah mencangkok? Bagaimanakah
cara mencangkok? Mencangkok sangat mudah dilakukan. Pertama, pilih tangkai atau dahan yang cocok untuk dicangkok. Tangkai atau dahan yang cocok untuk dicangkok adalah yang cukup tua, dapat dilihat dari ukuran dan warna kulitnya. Kemudian, kupas kulit dan
kambiumnya. Tutup bagian yang dikupas dengan tanah yang dibungkus plastik atau sabut kelapa. Jagalah tanah pada bagian yang dicangkok agar tetap lembap. Setelah tumbuh akar pada cangkokan, potong dan tanam tangkai tersebut. Cara mencangkok dapat kamu lihat pada
Gambar 2.25. Selamat mencoba.  
Kekurangan dari tumbuhan hasil cangkokan adalah memiliki akar yang kurang kuat. Akar yang terbentuk adalah akar serabut. Masih ingatkat kamu dengan jenis akar ini? Oleh karena itu, ketika sudah dewasatumbuhan ini harus sedikit ditopang. 3) Sambung (Enten) Menyambung atau mengenten bertujuan menggabungkan dua sifat unggul dari individu yang berbeda. Misalnya, untuk menyokong tumbuhan dibutuhkan jenis tumbuhan yang memiliki akar kuat. Sementara untuk menghasilkan buah atau daun atau bunga yang banyak dibutuhkan tumbuhan yang memiliki produktivitas tinggi. Tumbuhan yang dihasilkan memiliki akar kuat
dan produktivitas yang tinggi. Contoh tumbuhan yang bisa disambung adalah tumbuhan yang sekeluarga. Contohnya, tomat dengan terung. Berikut ini adalah gambar proses menyambung.
4) Tempel (Okulasi)
Menempel atau okulasi adalah menggabungkan mata tunas suatu tumbuhan pada batang tumbuhan lain.Tumbuhan yang akan ditempeli harus yang kuat. Tempel (okulasi) bertujuan menggabungkan dua tumbuhan berbeda sifatnya. Nantinya, akan dihasilkantumbuhan yang memiliki dua jenis buah atau bungayang berbeda sifat. Contohnya, okulasi pada bunga
mawar akan menghasilkan dua warna atau lebih yang berbeda. Tumbuhan tersebut akan terlihat lebih indah karena bunganya berwarna-warni. Untuk lebih jelasnya, perhatikanlah gambar berikut.
  Keterangan:
a. Iris kulit batang yang akan ditempeli.
b. Iris kulit batang yang memiliki tunas sebesar irisan batang     yang akan ditempeli.
c. Irisan yang memiliki tunas ditempel pada batang yang akan     ditempeli.
d. Potonglah bagian atas batang jika tunas telah muncul.

5) Runduk
Merunduk merupakan proses menimbun batang tumbuhan ke dalam tanah. Pada batang yang ditimbun tersebut diharapkan tumbuh akar. Tumbuhan yang dapat dikembangbiakkan dengan merunduk di antaranya arbei, apel, tebu, stroberi, dan melati. Tahukah kamu, bagaimana cara-cara merundukkan tumbuhan?
Cara-cara merundukkan tumbuhan adalah sebagai berikut.
a) Batang tumbuhan yang akan dikembangbiakkan dirundukkan.'
b) Timbun atau benamkan batang tumbuhan tersebut
    ke dalam tanah.
c) Jika pada batang yang dirundukkan telah tumbuh
    akar, potong batang yang dirundukkan tersebut.
Perhatikanlah Gambar 2.28.
6) Kultur jaringan
Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kemudian ditemukan teknik baru perkembangbiakan tumbuhan. Teknik yang dimaksud adalah kultur jaringan. Teknik kultur jaringan adalah perkembangbiakan tumbuhan dengan menanam jaringan tumbuhan di tempat dan media yang khusus. Dengan kultur jaringan kamu dapat menghasilkan tumbuhan hanya dari suatu bagian akar atau bagian lainnya.
Yang khusus. Perkembangbiakannya akan lebih terkontrol dan cepat. Tumbuhan baru yang dihasilkan sama dengan induknya dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi
lingkungan.

3. Tanggap terhadap rangsangan (Iribalitas)

^Tanggap terhadap rangsangan (Iribalitas) pada tumbuhan
Tumbuhan juga melakukan gerak seperti halnya hewan dan manusia yang bertujuan untuk merespon atau menanggapi rangsang yang mempengaruhi kehidupannya. Gerak yang dilakukan oleh tumbhuan untuk merespon perubahan yang diterima dari lingkungan nya disebut Iritabilitas. Berdasarkan asal rangsang dan jenis rangsang yang mempengaruhi tumbuhan, gerak pada tumbuhan dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu:
  1. Gerak autonom.
  2. Gerak esionom.
  3. Gerak higroskofis.
A. Gerak autonom
Gerak autonom yaitu gerak yang dipengaruhi rangsang yang berasal dari dalam tubuh tumbuhan itu sendiri disebut juga gerak endonom. Contoh: gerak mengalirnya sotiplasma dalam sel dan gerak melengkungnya kuncup daun karena perbedaan kecepatan tumbuh.
B. Gerak esionom.
Gerak esionom yaitu gerak yang dipengaruhi oleh rangsang yang berasal dari luar tubuh tumbuhan. Berdasarkan arah geraknya gerak esionom dibedakan menjadi 3 macam, yaitu gerak tropisme, nasti dan taksis.
1.      Tropisme.
Yaitu gerak bagian tubuh tumbuhan menuju atau menjauhi rangsang. Gerak yang menuju ke arah rangsang disebut tropi positif sedangkan gerak yang menjauhi rangsang disebut tropi negatif. Berdasarkan jenis rangsang yang mempengaruhi, gerak tropisme dibedakan menjadi:
  1. Hidrotropisme, yaitu gerak bagian tubuh tumbuhan karena pengaruh air seperti pada akar.
  2. Geotropisme, yaitu gerak bagian tubuh tumbuhan karena pengaruh gaya tarik bumi (gravitasi bumi). Contoh gerak akar tumbuhan menuju ke pusat bumi.
  3. Tikmotropisme, yaitu gerak bagian tubuh tumbuhan karena pengaruh rangsang sentuhan (persinggungan), disebut juga gerak haptotropisme. Contoh: gerak membelitnya atau membeloknya sulur kacang panjang dan mentimun.
  4. Gerak fototropisme, yaitu gerak bagian tubuh tumbuhan karena pengaruh rangsang cahaya disebut juga gerak heliotropisme. Contoh: gerak batang dan bunga matahari menuju kearah cahaya matahari.
2. Nasti.
Yaitu gerak bagian tubuh tumbuhan yang arah geraknya tidak dipengaruhi oleh arah datangnya rangsang. Berdasarkan jenis rangsang yang mempengaruhi, gerak nasti dibedakan menjadi seimonasti, termonasti, niktinasti dan nasti kompleks.
  1. Seiosmonasti, yaitu gerak bagian tubuh tumbuhan karena pengaruh rangsang sentuhan atau getaran. Contoh: gerak menutupnya daun puti malu, setelah mendapata rangsang sentuhan.
  2. Termonasti, yaitu gerak bagian tubuh tumbuhan karena pengaruh rangsang perubahan suhu lingkungan. Contoh: gerak mengembangnya (mekarnya bunga tulip karena adanya kenaikan suhu lingkungan dan mengatupnya kembali bunga apabila suhu lingkungan menurun).
  3. Niktinasti, yaitu gerak bagian tubuh tumbuhan karena pengaruh rangsang gelap. Contoh: daun petai cina yang mengatup/ menutup pada malam hari.
  4. Nasti kompleks, yaitu gerak tubuh tumbuhan yang hanya dipengaruhi oleh beberapa jenis rangsang. Contoh: gerak membuka dan menutupnya stomata karena pengaruh beberapa faktor, seperti cahaya matahari, zat kimia dan air.
  1. Taksis.
Taksis adalah gerak pindah tempat seluruh tubuh tumbuhan menuju atau menjauhi rangsang. Apabila gerak tumbuhan menuju ke arah rangsang disebut taksis positif dan sebaliknya apabila gerak tumbuhan menjauhi rangsang disebut taksis negatif. Berdasarkan jenis rangsang mempengaruhinya gerak taksis dapat dibagi menjadi:
Fototaksis, yaitu gerak pindah tempat seluruh bagian tubuh tumbuah karena pengaruh rangsang cahaya. Contoh: gerak kloroplas ke sisi sel yang memperoleh cahaya dan gerak spora kembara ke tempat yang bercahaya.Kemotaksis, yaitu gerak pindah tempat seluruh tubuh tumbuhan karena pengaruh rangsang zat kimia. Contoh: gerak sel spermatozoid tumbuhan lumut karena pengaruh zat gula atau protein yang dihasilkan oleh arkegonium agar sel telur (ovum) yang diproduksi dapat dibuahi oleh sel spermatozoid.
   C. Gerak Higroskopis.
Gerak higroskopis, yaitu gerak bagian tubuh tumbuhan karena pengaruh perubahan kadar air di dalam sel sehingga terjadi pengerutan yang tidak merata. Contoh:
  1. Gerak membukanya sporangium (kotak spora) tumbuhan paku sebagai akibat berkerutnya sel-sel anulus.
  2. Pecahnya polong buah lamtoro, polong buah jarak dan polong buah kembang merak karena perubahan kadar air dalam sel.
^Tanggap terhadap rangsangan (Iribalitas) pada hewan
Manusia dan hewan memerlukan kegiatan dengan menggerakkan anggota tubuh untuk berbagai keperluan seperti jalan, makan, menggaruk, berkedip, dan sebagainya. Cara makhluk hidup bergerak berbeda-beda. Manusia bergerak dengan berjalan. Adapun hewan ada yang berjalan, melompat, merayap, terbang, dan berenang. Sedangkan tumbuhan bergerak untuk menanggapi rangsang bukan berpindah tempat.
4.Tumbuh kembang

^ Tumbuh kembang pada tumbuhan
Pertumbuhan TumbuhanSalah satu ciri makhluk hidup (tentu saja termasuk pula tumbuhan) adalah tumbuh dan berkembang. Pertumbuhan merupakan proses pertambahan ukuran, volum dan jumlah sel secara irreversible. Perkembangan dapat diartikan sebagai suatu proses menuju kedewasaan, proses ini bersifat kualitatif, tidak dapat dinyatakan dengan angka.
Pertumbuhan pada tumbuhan dipengaruhi oleh factor eksternal maupun factor internal. Faktor eksternal dapat berupa cahaya matahari, temperature, kelembapan, pH medium, tanah dan unsure hara.
1. Cahaya Matahari
Cahaya matahari berperan sebagai sumber energy bagi tumbuhan untuk melakukan fotosintesis sehingga dihasilkan zat organic. Zat organic tersebut kemudian digunakan oleh tumbuhan sebagai sumber energy berbagai ativitas tumbuhan maupun sebagai bahan dasar pembentukan sel-sel tumbuhan.
Hasil percobaan menunjukkan ternyata pertambahan tinggi kecambah di tempat yang tidak terkena cahaya matahari ternyata lebih cepat. Meski demikian keadaan batangnya lemah, daunnya lebar, tipis kekuningan, akarnya sedikit.  Sedangkan  dalam kondisi terang, pertambahan tinggi batang memang lebih lambat, namun batang relative lebih kuat, daun tebal dan hijau, akar lebih banyak. Mengapa demikian? Dalam keadaan terang, auksin yang berada di ujung batang teruraikan oleh cahaya, sehingga pertumbuhan tinggi batang lambat. Akan tetapi sinar matahari juga menjadi energy bagi tumbuhan untuk melakukan fotosintesis sehingga zat makanan tercukupi yang menyebabkan batang kebih kuat, daun lebih tebal.
2. Temperatur
Tumbuhan membutuhkan suhu optimum yang berbeda-beda untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya. Tumbuhan tropis misalnya memiliki kisaran suhu optimum 22oC – 37oC.
3. Kelembapan Udara
Kelembapan udara sangat berpengaruh terhadap perkembangan dan pertumbuhan tanaman.
4. Air dan unsur hara tanah
Bagi tanaman, air memiliki pengaruh sangat penting. Air berperan dalam fotosintesis, mengedarkan hasil-hasil fotosintesis ke seluruh bagian tumbuhan, sebagai pelarut inti sel dalam proses pertumbuhan dan perkembangan juga berperan dalam metabolisme sel.
Unsur hara yang terdapat di dalam tanah juga sangat diperlukan oleh tumbuhan. Unsur hara yang diperlukan dalam jumlah banyak dikenal dengan makro elemen, sedangkan unsure hara yang diperlukan dalam jumlah sedikit disebut mikroelemen.
5. pH (Derajat keasaman)
Derajat keasaman media tanaman sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman.

^ Tumbuh kembang pada hewan
Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran tubuh menjadi besar, baik berat maupun tingginya. Perhatikan gambar tiga ekor kucing di bawah ini. Perubahan apakah yang dapat kamu amati dari gambar tersebut? Benar, perubahan yang terjadi adalah pertambahan ukuran tubuh kucing
http://www.crayonpedia.org/wiki/images/7/78/C.Makhluk_13.jpgMahluk hidup juga mengalami perkembangan. Perkembangan adalah perubahan menjadi dewasa. Dari gambar di atas, tampak bahwa kucing mengalami perkembangan dari anak kucing hingga menjadi kucing dewasa.
5. Memerlukan Makanan
Manusia, hewan, dan tumbuhan memerlukan makanan. Makanan diperlukan makhluk hidup untuk menghasilkan energi agar dapat beraktivitas, mengganti sel-sel yang rusak, proses pertumbuhan dan metabolisme dalam tubuh. Makhluk hidup memiliki jenis makanan dan memiliki cara yang berbeda untuk memenuhi makanannya sehari-hari. Ada 2 macam organisme, berdasarkan kemampuannya memperoleh makanan.
a.       Organisme autotrof merupakan organisme yang dapat membuat makanan sendiri dari zat anorganik menjadi zat organik melalui proses fotosintesis. Contoh : Tumbuhan. Tumbuhan membuat makanan sendiri dengan cara fotosintesis. Fotosintesis terjadi di dalam daun yang mengandung klorofil (zat hijau daun). Daun yang mengandung klorofil ini dapat mengubah karbon dioksida (CO2) dan air menjadi zat tepung (zat pati) dan oksigen (O2). Proses fotosintesis itu dapat terjadi dengan bantuan cahaya matahari. Prosesnya adalah
H2O + CO2O2 + Makanan

Organisme heterotrof merupakan organisme yang tidak dapat membuat makanan sendiri, tetapi memperoleh makanan dari organisme autotrof. Contoh : Manusia, Hewan. Organisme heterotrof memperoleh makanan dengan cara digesti (mencerna) pada hewan tingkat tinggi dan manusia, dan absorpsi (menyerap) pada hewan tingkat rendah. Tumbuhan heterotrof juga dapat bersifat saprofit yaitu mengambil makanan dari makhluk yang hidup yang sudah mati seperti jamur, dapat pula bersifat parasit yaitu mengambil makanan dari makhluk hidup yang masih hidup seperti puteri malu dan paku picisan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar